Friday, May 9, 2014

Istilah - istilah dunia Perkapalan dan Ekspedisi




Bagi bapak - bapak atau Ibu-ibu yang akan berurusan dengan dunia perkapalan, baik itu yang akan melakukan kerjasama dalam bidang ekspor impor ataupun hal-hal yang berhubungan dengan ekspedisi seperti pengiriman barang atau material ke seluruh wilayah di Indonesia perlu mengetahui sedikit Istilah-istilah penting yang ada di dunia perkapalan atau dunia ekspedisi agar bapak- bapak atau ibu-ibu tidak telalu mengalami kesulitan apabila dalam proses kerjasama dengan pihak terkait mendapatkan istilah-istilah seperti yang akan kami berikan dibawah ini. Semoga Istilah- istilah atau singkatan-singkatan tersebut berguna.

  A/W       = All Water
ANER       = Asia North America Eastbound Rate
AWB         = Air Waybill
B/L           = Bill of Lading
B/R           = Buying Rate
BAF          = Bunker Adjustment Factor
C&F  = Cost and Freight
CBM        = Cubic Meter
C.C          = Collect
C.S.C       = Container Service Charge
C.Y.         = Container Yard
C/(CNEE) = Consignee
C/O         = Certificate of Origin
CAF        = Currency Adjustment Factor
CFS        = Container Freight Station
CHB       = Customs House Broker
CIF         = Cost, Insurance and Freight
CIP         = Carriage and Insurance Paid To
COMM  = Commodity
CPT        = Carriage Paid To
CTNR    = Container
D/A        = Document Against Acceptance
D/O        = Delivery Order
D/P        = Document Against Payment
DAF       = Delivered At Frontier
DDC      = Destination Delivery Charge
DDP      = Delivered Duty Paid
DDU     = Delivered Duty Unpaid
DEQ      = Delivered Ex Quay
DES      = Delivered Ex Ship
Doc#     = Document Number
EPS     = Equipment Position Surcharges
Ex        = Work/ExFactory
F/F       = Freight Forwarder
FAF      = Fuel Adjustment Factor
FAK     = Freight All Kind
FAS     = Free Alongside Ship
FCA    =   Free Carrier
FCL     = Full Container Load
FEU 40‘ = Forty-Foot Equivalent Unit 40’
FMC     = Federal Maritime Commission
FOB      = Free On Board
GRI      = General RateIncrease
H/C       = Handling Charge
HBL      = House B/L
I/S         = Inside Sales
IA         = Independent Action
L/C       = Letter of Credit  
LCL     = Less Than Container Load
M/T       =  Measurement Ton
MB/L     = Master Bill Of Loading
MLB     =  Minni Land Bridge
MTD     = Multimodal Transport Document
N/F       = Notify
NVOCC  = Non Vessel Operating Common Carrier
O/F         = Ocean Freight
OBL       = Ocean (or original )B/L
OCP       = Overland Continental Point
OP          = Operation
ORC       = Origen Recevie Charges (Guangdong, China)
P.P         = Prepaid
PCS       = Port Congestion Surcharge
POD      = Port Of Destination
POL      = Port Of Loading
PSS       = Peak Season Sucharges
S/(Shpr) = Shipper
S/C       = Sales Contract
S/O       = Shipping Order
S/R       = Selling Rate
SC        = Service Contract
SSL      = Steam Ship Line
T.O.C   =  Terminal Operations Option
T.R.C    = Terminal Receiving Charge
T/S        = Trans-Ship
T/T        = Transit Time
TEU 20‘ = Twenty-Foot Equivalent Unit 20’
THC      = Terminal Handling Charges (Hongkong)
TTL      = Total
TVC/ TVR = Time Volume Contract/ Rate
VOCC   = Vessel Operating Common Carrier
W/M     = Weight or Measurement ton
W/T      = Weight Ton
YAS     = Yard Surcharges

Istilah-istilah dalam proses eksport import.




Air Way Bill / AWB fungsi dan kegunaannya adalah sama dengan Bill Of Lading. Namun AWB ini khusus untuk pengiriman barang via Udara.
Air Freight ( A/F ) adalah biaya pengiriman barang dengan menggunakan pesawat
Bill Of Lading : atau biasa di singkat dengan B/L, arti sederhananya adalah Konosemen atau bukti pengiriman barang dan pengambilan
barang. Form Bill Of Lading itu sendiri harus sudah mendapatkan legalitas dari dunia International sebagai alat / bukti pengiriman dan
pengambilan barang export / import. Didalam Bill of Lading memuat data2 Shipper, Consignee, Notify Party, Vessel & Voy. No.,
Shipping Marks & Numbers, Description of Goods, GW, NW, Measurement, POD, POL, Destination
BC 1.1 : Dokumen yang memuat kedatangan kapal. Biasanya diajukan ke bea cukai 2-3 hari sebelum kedatangan kapal.(Inward cargo
manifest submitted by shipping line to Customs which inform that there will be vessel arrival.)
BC 1.2 : Dokumen Angkut Lanjut.(Document made to release import cargo from one Customs area for bonded transport to the next custom
area for process of clearance.)
BC 2.0 : Pemberitahuan Import Barang.(Notice to the Customs of import cargo details .)
BC 2.1 : Pemberitahuan Import Barang Tertentu.(Notice to the Customs of sea and air express import cargo such as arrival of courier items.)
BC 2.3 : Dokumen Angkut Lanjut (dalam Kawasan Berikat).(Bonded transport to a bonded storage, similar to BC1.2 but only for the
companies operating a bonded storage area.)
BC 3.0 : Pemberitahuan Export Barang.( Notice to the Customs of export details.)
Bahandle : Cek fisik oleh kepabeanan untuk komoditas impor.( Phisic check by Customs of imported commodity.)
BCF 1.5 : Dokumen yg digunakan utk pemindahan kargo untuk OB (over brengen)(A document for processing cargo removed to OB.)
Booking adalah istilah untuk pemesanan tempat
Bill Of Lading atau B/L adalah Surat / Dokumen yang diterbitkan oleh Shipping Line / Freight Forwarder untuk setiap pengiriman barang
Export. Bill Of Lading ini di terbitkan pada tanggal keberangkatan Kapal. Bill Of Lading ini nantinya akan diberikan kepada consignee untuk
mengambil barang di tempat tujuan (pengambilan import). Fungsi dari Bill Of Lading ini sangat banyak. Selain sebagai bukti pengambilan
barang di tujuan, juga dilampirkan dalam proses pembuatan COO.
Customs Clearance adalah proses administrasi pengiriman dan atau pengeluaran barang ke / dari Pelabuhan muat / Bongkar yang
berhubungan dengan Kepabeanan dan administrasi pemerintahan.
C.I.F adalah Cost Insurance & Freight adalah system pembelian barang dimana Biaya Pengiriman, Asuransi dan Harga barang
dibayarkan sebelum kapal berangkat / di pelabuhan muat
C & F adalah Cost and Freight adalah system pembelian barang dimana Biaya Pengiriman dan Harga Barang di bayarkan di pelabuhan
muat namun asuransi menjadi tanggungan Penerima Barang.
Commercial Invoice adalah Daftar Nilai / Harga Barang yang tercantum dalam Packing List. Commercial Invoice ini berisikan nilai barang per
item dan total nilai barang. Bill Of Lading, Packing List dan Commercial Invoice adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam proses Export
dan Import atau bisa dikatakan ketiga dokumen ini adalah 1 set dokumen Export / Import.
Certificate of Origin adalah Sertifikat Asal Barang. Diterbitkan oleh DISPERINDAG kepada exporter. Kegunaannya adalah sebagai bukti
keaslian barang dari Negara Asal yang tertera pada Bill Of Lading
Certificate of Insurance : Sertifikat Asuransi.(Certificate of import cargo insurance.)
CY : Container Yard yaitu mode pengiriman dari Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara asal sampai ke Tempat Penumpukan Peti Kemas
Negara tujuan. CY-CY menandakan mode pengiriman barang tersebut secara FCL.
Commercial Invoice : Daftar rincian barang mendetail yang berisikan nama Shipper, Consignee, Notify Party, Nama Vessel & Voy, Nilai
Invoice per Item barang maupun total keseluruhan, Jumlah barang.
CFS : Container Freight Station yaitu mode pengiriman dari Gudang LCL Negara asal sampai ke Gudang LCL Negara tujuan. CFS-CFS
menandakan bahwa mode pengiriman barang tersebut dengan cara LCL.
Consignee : Consignee adalah Importeer atau si Penerima barang. Nama dan alamat lengkap Consignee harus tertulis jelas didalam
dokumen2 seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import
Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).
C.I.F : Cost Insurrance & Freight. Metode Pembayaran di Pelabuhan Muat. Artinya, sebelum melakukan pengiriman barang tersebut
sudah di lunasi oleh Consignee. Dan biaya asuransi maupun ongkos kirim sudah di bayar oleh Shipper di Pelabuhan Muat.
C.&.F : Cost & Freight. Metode Pembayaran yg tidak jauh berbeda dengan C.I.F, tetapi dalam kasus C & F, pihak Shipper
tidak membayar asuransi / tidak mengasuransi kan barang tersebut.
Closing Time : Tenggat waktu normal yang di perbolehkan bagi cargo / barang yang masuk ke tempat penimbunan sementara seperti
gudang CFS atau UTPK (Unit Tempat Penumpukan Peti Kemas).
Catatan : Tiap-tiap Shipping Schedule selalu mencantumkan tanggal dan waktu closing time. Dan jika cargo masuk ke tempat penimbunan
sementara itu melewati dari waktu Closing Time yang telah ditetapkan maka pihak shipper akan dikenakan sanksi / denda.
Description of Goods : Adalah perincian barang. Description of Goods ini terdapat didalam Packing List (Lengkap) dan Bill Of Lading. Hanya
saja penulisan data Description of Goods pada Bill Of Lading lebih sederhana atau hanya garis besarnya saja. Misalnya, didalam Packing
List tertulis 2 drum minyak tanah, 5 jerigen bensin, 10 kalen g oli bekas. Maka pada Bill Of Lading cukup ditulis 17 Packages (total kemasan)
of minyak tanah, bensin and oli bekas.
ETD : Estimation Time of Departure adalah perkiraan waktu keberangkatan Kapal.
ETA : Estimation Time of Arrival adalah perkiraan waktu kedatangan Kapal
EDI Sistem : Kehadiran Electronic Data Interchange (EDI) telah menjadi salah satu solusi untuk membuat efisienan dalam transaksi bisnis di
Internet dan sekaligus memberikan jaminan keamanan dalam bertransaksi tersebut. EDI adalah pertukaran data komputer antar aplikasi
melintasi batas-batas organisasi, sehingga intervensi manusia atau interpretasi atas data tersebut oleh manusia [RITCHIE 94] dapat ditekan
seminimum mungkin. Akibatnya data dalam EDI tentunya harus dalam format terstruktur yang bisa dipahami oleh masing-masing komputer.
Salah satu aplikasi penggunaan EDI dalam membantu sistem infrormasi seperti yang dilakukan oleh pemerintah.Dalam jangka panjang,
usaha pemerintah untuk meningkatkan cadangan devisa harus didukung oleh kegiatan ekspor. Oleh karena itu, kegiatan ekspor harus
digalakkan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka pelabuhan, khususnya jasa pelayanan kepabeanan yang berada di pelabuhan, memegang
peranan penting untuk menjamin kelancaran arus barang. Sebagai salah satu usaha untuk memperlancar arus barang di pelabuhan
diterapkan sistem Electronic Data Interchange ( EDI)
EDI : Transmisi data terstruktur antara organisasi dengan cara elektronik.( Electronic Data Interchange.)
FIAT : Proses untuk ttd dokumen impor.( Process for signing the release paper for cleared goods.)
Freight Prepaid adalah Sistem pembayaran biaya pengiriman barang di pelabuhan muat
Freight Collect adalah Sistem pembayaran biaya pengiriman barang di pelabuhan bongkar
F.O.B adalah Free On Board adalah system pembelian barang dimana semua biaya Pengiriman atau O/F , Asuransi dan harga barang
dibayarkan setelah kapal sampai atau di pelabuan bongkar.
F.O.B : Free On Board. Metode Pembayaran di pelabuhan bongkar baik itu Harga Barang (Nilai Commercial Invoice), Asuransi (Insurrance)
dan Biaya Pengiriman (Freight).
Flat Rack Container adalah container yang bagian samping kanan dan kirinya terbuka. Kontainer ini digunakan untuk memuat barang yang
lebarnya melebihi standar lebar container DRY.
G.W. : G.W. adalah singkatan dari Gross Weight. Yaitu berat kotor dari berat kemasan dan berat barang itu sendiri. Contoh berat barang itu 2
Kgs dan berat kemasannya 0.5 Kgs maka G.W. : 2.5 Kgs
LCL : Less than Container Loaded yaitu jenis pengiriman barang tanpa menggunakan container dengan kata lain parsial. Jika kita
menggunakan jenis pengiriman LCL, maka barang yang kita kirim itu ditujukan ke Gudang penumpukan dari shipping agent. Lalu dari pihak
Gudang tersebut akan mengumpulkan barang2 kiriman LCL lain hingga memenuhi quota untuk di loading / di muat ke dalam container.
LHP : Laporan Hasil Pemeriksaan.(Inspection report after the physic check.)
Measurement / Cubication / CBM adalah ukuran kubikasi suatu barang export baik itu. Perhitungan Kubikasi ini sangat penting dikuasai oleh
para exporter untuk menentukan jenis pengirimannya. Apakah menggunakan Kontainer 20ft, 40ft,40HQ atau 45ft. Atau apabila menggunakan
truck apakah akan dikirimkan dengan menggunakan truck tronton, truck angkel, truck box / diesel atau truck built up.
Mother Vessel : Kapal pengangkut dengan kapasitas besar yang mengangkut container dari pelabuhan transit menuju pelabuhan
tujuan.Catatan : Jika pengiriman barang dari pelabuhan muat (misalnya : Tg. Priok, Jakarta ) menuju pelabuhan bongkar (misalnya : Busan,
Korea) dengan menggunakan 1 Kapal saja maka tidak ada istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel. Istilah Feeder Vessel dan Mother
Vessel jika pengiriman barang dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar tersebut menggalami pergantian kapal. Misalnya : Pelabuhan
muat Tg. Priok dan Pelabuhan bongkarnya Los Angeles, California. Sementara route pengiriman itu melalui Jakarta – Singapore
menggunakan Kapal YM Glory dan Singapore – Los Angeles, CA mengunakan Kapal Hanjin Sao Paulo. Maka Feeder Vessel nya adalah
YM Glory dan Mother Vesselnya adalah Hanjin Sao Paulo.
Notify Party : Notify Party adalah pihak kedua setelah Consignee yang berhak untuk di beritahu tentang adanya suatu pengiriman dan
penerimaan barang export / import. Dalam prakteknya, Nama dan Alamat Notify Party ini sama dengan nama dan Alamat Consignee. Tetapi
ini semua tergantung dari perjanjian awal antara pihak Shipper dan Importeer. Nama dan alamat lengkap Notify Party harus tertulis jelas
didalam dokumen2 seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO. Atau jika Notify Part sama dengan Consignee maka
cukup ditulis SAME AS CONSIGNEE.
N.W. : N.W. adalah singkatan dari Net Weight / berat bersih yaitu berat barang sebelum di kemas.
Open Top Container adalah Kontainer yang bagian atasnya bisa dibuka / terbuka. Kontainer ini dgunakan untuk pengiriman barang yang
tingginya melebihi standar ketinggian container DRY.
Ocean Freigh ( O/F ) adalah biaya pengiriman barang dengan menggunakan kapal laut
OB (Over brengen) : Pemindahan secara paksa terhadap barang impor karena gagal melakukan proses kepabeanan tepat waktu. Forcible
removal of the import cargo for failing timely clearance.)
Packing List adalah Daftar Sistem Pengepakan. Packing List ini diterbitkan oleh setiap exporter setiap kali akan export. Data2 Packing List
inilah yang akan di muat pada Bill of Lading maupun AirWayBill. Packing List berisikan data2 Nama dan alamat Shipper, Nama dan Alamat
Consignee, Nama dan Alamat Notify Party (jika ada), Nama Barang, Jumlah dan Jenis Kemasan, Jumlah barang, Berat Bersih / Net Weight,
Berat Kotor / Gross Weight, Kubikasi, Shipping Marks & Numbers / Keterangan yang tertulis pada kemasan, Nama Vessel, Pelabuhan
Muat, Pelabuhan Bongkar.
Packing List : Daftar Rincian barang secara mendetail yang berisikan nama Shipper, Consignee, Notify Party, Nama Vessel & Voy,
Dimensi Barang, Gross Weight dan Net Weight per Item barang maupun total keseluruhan, Jumlah barang.
P.O.L adalah Port Of Loading yaitu Pelabuhan Muat
P.O.D adalah Port of Discharge yaitu Pelabuhan Bongkar
Place of Delivery yaitu Tujuan akhir Pengiriman Barang
Place of Receipt yaitu Tempat Penerimaan Barang
PENDOC: Penerimaan Dokumen.( The custom department for receiving the import clearance applications.)
PFPD : Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen.(The custom department checking import clearance applications in Pendoc.)
PIB : Pemberitahuan Impor Barang.( Import cargo details including HS number and this works as the import duty calculation base.)
P.O.L : Port Of Loading = Pelabuhan Muat
P.O.D : Port Of Discharge = Pelabuhan Bongkar
Shipping Mark & Number : Shipping Marks & Number adalah jumlah carton dan tanda pengiriman yang tercantum di kemasan
barang. Data Shipping Marks & Number ini tercantum didalam Packing List dan Bill Of Lading.
Shipper : Shipper adalah Exporteer atau si Pengirim barang. Nama dan alamat lengkap Shipper harus tertulis jelas didalam dokumen2
seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang
ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).
Shipping Schedule : Jadwal Pengapalan. Jadwal ini diterbitkan oleh pihak Shipping Agent. Berisi mengenai ETD Vessel, ETA Vessel di
pelabuhan bongkar, mode pengiriman (Cepat atau Lambat), Rute Kapal dan Pelabuhan Transit dan Nama Kapal Pengganti (Jika memang
service pengiriman-nya harus menggunakan lebih dari 1 kapal).
Space adalah tempat yang tersedia didalam kapal
Shipping Instructions adalah surat pengajuan pengiriman barang yang diterbitkan oleh shipper
Surat Kuasa : power of attorney for handling the custom clearance.
SPJK (M, H) : Surat Persetujuan Jalur Kuning (Merah , Hijau).(Yellow (Red, Green) channel order.)
SPJM : Surat Pemberitahuan Jalur Merah
SPPB : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang.(Cargo exit order.)
SSPCP : Surat Setoran Pabean, Cukai, dan Pajak.(Duty payment order.)
Surat Tugas : duty assignment for clearing personnel.(duty assignment for clearing personnel.)
TPS : Tempat Penimbunan Sementara.(A temporary warehouse for import cargo.)
Warehouse AIRIN : Gudang sementara di Jakarta.(Name of a temporarary warehouse in Jakarta.)
Voyage : Nomor Keberangkatan Kapal yang biasa disingkat dengan V. atau Voy.. Nomor keberangkatan harus selalu ada dibelakang nama
Kapal. Contoh : YM Glory V. 23 artinya Nama Kapal YM Glory dengan nomor keberangkatan kapal (Voyage) 23.






Artikel Penting lainnya yang perlu anda Lihat:::

Bila anda mencari Herbal Pemuas hubungan suami istri, rekomendasi Boyke ahli Pasutri, anda bisa Klik di

Bila anda merasa perut anda mulai Buncit, gendut dan terasa sesak..itu karena banyak sisa makanan yang menempel di dinding usus, sehingga terjadi penebalan.
Kuras kotoran sisa makanan yang menempel didinding usus anda dengan FIFORLIF
Herbal bernutrisi,..yang akan mengikis habis sisa makanan yang melekat di usus anda.
silahkan anda klik dan baca-baca tentang FIFORLIF

Salam Hangat:

Supriatna













Monday, December 20, 2010

Tabel TIKI dari kota Jakarta ke kota lainnya

Ada bahan bagus buat tambahan info di blogku.Ini yang kucari-cari ada juga ternyata.Bahan ini penting buat saya ,karena masih ada hubungannya dengan suatau usaha.Sebenarnya bisa aja aku bertanya langsung ke TIKI,tapi berhubung lagi males,aku cukup browsing aja di internet.Dan ini ternyata tidak banyak menyita waktu kok.Saya pikir ini penting juga buat teman-teman yang pingin tahu ongkir( ongkos kirim) barang dari Jakarta ke kota lainnya melalui TIKI..
Tabel Tarif/Ongkos Kirim TIKI JNE Reguler Wilayah DKI Jakarta,ada juga yang YES (Yakin Esok Sampai) misi visinya begitu kata TIKI JNE, hehe. Terima kasih buat Bang Akbarkurniawan atas info Kurir barangnya khususnya TIKI JNE..

Wednesday, May 26, 2010

Kode-kode rahasia untuk komunikasi

Ada info nich untuk yang hoby mengudara, kenali dulu istilah-istilah udara agar anda tidak salah komunikasi.
Bagaimana penerimaannya apakah 10-2 over.... 


SANDI HURUF
Taruna : Berita
Gelombang : Jam/waktu

Friday, May 21, 2010

Bagaimana menghentikan Email Milis dari Yahoogroup

Info ini saya sadur dari Ilmu Komputer.com.
 Semoga bermanfaat bagi yang membacanya,khususnya diri saya yang memang menginginkannya.
 Dan semoga mendapat balasan buat penulisnya.

Menghentikan Banjir Email di Milis Yahoogroups

Author: Administrator · Published: September 27, 2006 · Category: Internet dan Web

Di salah satu mailinglist yang saya ikuti, sering ada member yang komplain inbox emailnya penuh karena mendapat email postingan dari member lain lalu bertanya bagaimana caranya keluar dari milis? Menyingkapi permasalahan tersebut saya ingin memberikan tips agar inbox email anda tidak “dibanjiri” email dari mailinglist. Sebelumnya saya ingin meminta maaf karena tips ini hanya untuk mailinglist Yahoo (Yahoogroups).
Saat anda mendaftarkan alamat email anda ke sebuah Yahoogroups, anda akan diberikan beberapa setting tetapi kebanyakan orang tidak terlalu memperhatikan atau tidak mengerti kegunaannya. Salah satunya adalah setting yang akan kita bahas di bawah ini.
Okey, langsung saja kita mulai.
1. Login ke email Yahoo anda.
2. Buka salah satu pesan yang dikirim oleh milis.
3. Klik “Change settings via the Web” maka akan terbuka halaman Edit Membership. Coba perhatikan bagian “Message Delivery”. Di sini ada beberapa pilihan yang tersedia. Pilihan ini berfungsi untuk mengatur pengiriman pesan ke alamat email anda. Saya akan menjelaskan fungsinya satu – persatu.
a. Individual Email
Ini adalah setingan default yang di pilih saat anda mendaftarkan diri ke salah satu mailinglist Yahoo. Jika pilihan ini yan dipilih, maka setiap postingan yang masuk ke mailinglist yang anda ikuti, akan langsung dikirim ke alamat email anda. Inilah yang menyebabkan inbox email anda dibanjiri pesan dari mailinglist. Jadi silahkan pilih salah satu pilihan kecuali pilihan ini.
b. Daily Digest
Jika pilihan ini anda pilih, maka setiap hari email anda akan dikirimi pesan dari mailinglist berisi 25 pesan yang diposting di mailinglist (bisa juga kurang dari 25 pesan, tergantung dari banyaknya pesan yang di posting hari itu. Jika lebih dari 25 pesan, kemungkinan email yang akan dikirim ke email anda lebih dari satu).
c. Special Notices
Jika anda memilih pilihan ini, tidak akan ada postingan di milis yang masuk ke email anda kecuali yang berasal dari moderator mailinglist tersebut
d. Web Only
Jika anda tidak ingin menerima email berisi postingan dari mailinglist, entah dari anggota milis biasa ataupun moderator, silahkan klik pilihan ini. Anda akan tetap menjadi anggota mailinglist tersebut. Jika ingin membaca postingan atau mengirim postingan anda bisa masuk ke mailinglist tersebut via web.
4. Setelah anda menentukan pilihan yang tepat , klik tombol “Save Changes”.
Selesai sudah “banjir”yang melanda email andaJ. Mohon maaf jika ada kesalahan entah dalam tata bahasa atau yang lainnya. Semoga bermanfaat bagi anda.
Download Tulisan Lengkap: adi-milis.pdf

Monday, April 5, 2010

diriku

Inilah diriku yang selalu membuat aku bangga . Bangga akan diriku sendiri. aku tidak pernah puas dengan apa yang telah kuraih saat ini.

Namun semuanya berserah kepada allah Swt yang memiliki segalanya.Allah lah yang mengatur semua kehidupan mahlukNya. Begitu pula dengan nasib sera Rezeki setiap manusia, Allah lah sang penentunya. Manusia hanya sebatas usaha saja. Namun bila kita tidak ada usaha untuk mengubah hidup kita, mana mungkin Allah akan memberi jalanNya.
"Ya Allah kepadaMulah aku benyembah dan kepadaMu lah aku memohon pertolongan"
"Hanya Engkaulah yang bisa mengubah nasib setiap mahlukMu, maka limpahkanlah kebaikan serta kemudahan dalam meraik rezeki Mu"
"Ya Allah perkenankanlah doaku, sesungguhnya engkau maha mendengar dan maha bijaksana,Amien"
    Dengan kehidupanku yang terus berubah dari tahun ketahun, ini adalah bukti bahwa aku memang orang yang tidak pernah puas dengan apa yang telah kuraih . Semoga saja aku masih diberi kesempatan oleh Allah  untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Terima kaasih ya Allah.........

Monday, February 8, 2010

Berinternet ria di PC lewat Hand phone

Hape sebagai modem untuk melakukan koneksi internet merupakan cara paling sederhana yang layak dilakukan bagi generasi yang serba kebelet, misalnya sekedar untuk ber YM ria lewat pc, atau membuka email dari rekan bukan kebelet merayu cewek lho?.

Berikut settingan beberapa profider mulai gsm dan cdma,kurang-kurang bisa ditambahkan sendiri aja ok.

Persiapan:
A.Peralatan yang di perlukan:

1. Sebuah HP yang support GPRS, dan sudah bisa koneksi dengan GPRS.
2. Kartu telepon / sim card.
3. Personal computer boleh juga laptop.
4. Perangkat koneksi, dari HP ke PC. Boleh pakai kabel data, Bluetooth, atau IrDA (Infrared Data Adapter). Berikut dengan drivernya yang sudah diinstall. Pokoknya sudah bisa kirim-kiriman antara PC dan HP.
5. Tancapkan hanphone yang sudah aktif gprsnya (pastikan kondisi on) dengan kabel data ke usb komputer anda. Bila file driver telah ada di komputer maka secara otomatis akan mendeteksi dengan sendiri. bila tidak lakukan penginstalan driver secara manual.

B.Setting Modem

Start >> control panel >> Phone and Modem Options>> akan muncul daftar modem yang udah terdeteksi oleh komputer beserta portnya bisa com2, com7 dst. Bila sudah ada berarti terdeteksi bila belum bisa di pastikan salah satu setingan belum lengkap, periksa kabel data dan hidupkan hanphone anda.

Untuk memastikan koneksi antara pc dengan hanphone secara manual, silahkan sorot nama modem anda lalu pilih properties, di tab general akan tertera nama modem hape anda, lalau pilih diagnostics lalu query modem, bila tertera success berarti komunikasi oke.
Silahkan lihat bagian tab advanced, lalu di bagian extra setting masukkan kode dibawah ini: – lalu ok.

Kode extra setting

AT+CGDCONT=1,”IP”, “Acsess poin name operator”
Sebagai catatan: Acsess poin name merupakan variable yang senantiasa bisa berubah, kita sesuaikan dengan kartu hanphone yang kita pakai.

Contoh: anda memakai kartu im3 sebagai kartu hanphone yang anda gunakan sebagai modem handphone, maka settingannya kan jadi sebagai berikut:
AT+CGDCONT=1,”IP”,”www.indosat-im3.net”

Berikut settingan kode untuk masing masing operator:
AT+CGDCONT=1,”IP”,”www.indosat-im3.net” untuk im3
AT+CGDCONT=1,”IP”,”satelindogprs.com” untuk matrix dan mentari
AT+CGDCONT=1,”IP”,”internet” untuk telkomsel
AT+CGDCONT=1,”IP”,”xlgprs.net” untuk xl

C.Melakukan koneksi / membuat dial up:

1. Buka Control Panel lagi,
2. Pilih Network Connections,
3. New Connection Wizard.
4. Ikuti langkah-langkahnya dengan menekan Next…
5. Untuk Connection Type, pilih Connect to the Internet
6. Getting Ready, pilih Set up my connection manually
7. Internet Connection, pilih Connect using a dial-up modem
8. Pada connection name / isp name isikan nama terserah anda misal konekyuk (sebagai nama koneksi anda)
9. Pada Phone number to dial, isikan *99***1# (lihat daftar di bawah untuk cdma berbeda)
10. Pada dialog pengisian username dan password, sesuaikan dengan setting kartu anda. Jika menggunakan IM3, usernamenya gprs dan passwordnya im3 (lihat daftar di bawah. silahkan di sesuaikan sendiri.

Daftar username dan password serta dial number gsm dan cdma:

Telkomsel
username: wap
password: wap123
dial number : *99***1#

Mentari
username: indosat
password: indosat
dial number : *99***1#

Matrix
username: silahkan di kosongi
password: silahkan dikosongi
dial number : *99***1#

Xl
username: xlgprs
password: proxl
dial number : *99***1#

Im3 ( yang berdasarkan kb )
username: gprs
password: im3
dial number : *99***1#

Im3 ( yang berdasarkan waktu/ time base )
username: indosat@durasi
password: indosat@durasi
dial number : *99***1#

Fren
username: m8
password: m8
dial number : #777

Telkom Flexy
username: telkomnet@flexy
password: telkom
dial number : #777

Starone
username: starone
password: indosat
dial number : #777

Catatan : angka 1 di dalam setingan dial number silahkan disesuaikan dengan banyaknya koneksi internet yang ada di komputer anda. contoh anda memiliki 2 macam koneksi internet dari pc anda maka dial number bisa diisi: *99***2# dst.

Untuk kartu IM3, fasilitas GPRS-nya otomatis aktif saat kartunya diaktifkan. Untuk Simpati dan lain-lain masih perlu register dulu, dan untuk nomor lain bisa menghubungi customer service untuk informasi aktivitas GPRS. Saya buat tutorialnya setting gprs ini.
SEmoga bermanfaat dan don't forget use antivirus to protect your PC. Peace..
(((Bahan ini aku sadur dari http://syaifudinzuhri.com/category/belajar-affiliate,
thanks Bang syaifudin..)))

Thursday, February 4, 2010

swr meter



 Merakit sebuah SWR meter dengan bahan-bahan yang sangat mudah di dapat.Atau bisa langsung memodifikasi SWR buatan lokal yang harganya berkisaran antara Rp 100,000,- hingga Rp 150,000,-SWR ini bisa kita pergunakan pada meter band 0.3 - 30 MHz dan serta pada VHF ( 145 MHz). 
Hasilnya, untuk kedua band tersebut, dengan RF Dummy Load yang sama, menghasilkan sebuah angka yang sama pula, SWR = 1.5. Yang lebih mencengangkan, saat RF Dummy Load saya lepas (hati-hati melakukan ini, pastikan power output < 10 Watt saja, kalau tidak transistor final anda menjadi taruhannya), hasilnya tetap SAMA. Akhirnya saya putuskan untuk melakukan modifikasi, sehingga alat ukur ini tidak sia-sia saya beli.

SWR Schematic
Langkah awal yang saya lakukan adalah melakukan searching ke NET untuk mencari referensi rangkaian SWR lain yang mudah dibuat dan dapat masuk dalam box SWR tersebut. Akhirnya saya pilih rangkaian berikut (lihat skema). Rangkain tersebut menggunakan “directional coupler” yang sangat konvensional yaitu menggunakan kabel coax yang berimpedansi 50 Ohm, bisa menggunakan RG-58 atau RG-8, perbedaanya RG-8 bisa menghandle daya yang lebih besar dibanding RG-58. Saya menggunakan RG-8, sepanjang 12-an cm.
Untuk rangkaian pencuplik sinyal RF (RF sampler), saya memakai diode germanium (lupa tipenya, namun semua tipe diode bisa digunakan, bedanya sensitivitas pengukuran saja), namun harus dipilih 2 diode yang hampir identik caranya, begini:
• Cari 2 buah diode yang sama persis tipenya, misal 1N60, 1N4148,dll
• Dengan menggunakan multimeter, pilih pengukuran diode, cari 2 diode dengan impedansi majunya (forward resistif) hampir sama.

Original Directional Coupler (Not Worked)
Sebagai penyeimbang jembatan SWR, saya menggunakan resistor trimpot 100 Ohm (biru kotak) yang saya paralel dengan resistor 50 Ohm, sehingga bisa swing antara 0 - 33 Ohm, pada kondisi seimbang menunjukkan angka sekitar 30-an Ohm. Resistor paralel dengan nilai 50 Ohm tersebut bisa diganti dengan nilai yang lain, ini dilakukan untuk menambah sensitivitas harga resultan resistif. Do “Trial & Error … for this”.
Kita perlu menambahkan sebuah trimpot sebesar 50K secara serial antara R5 dan R7 (sebut saja trimpot ini sebagai reverse adjuster) sebagai kompensasi ketidakidentikan rangkaian sampler yang dibangun oleh diode dan kapasitor di dua sisi, untuk sampling “forward wave” dan “reverse wave”.

New Directional Coupler (Worked Well)
Rangkaian SWR meter yang saya gunakan adalah seperti pada gambar, cukup sederhana, baik konstruksinya maupun cara kerjanya. Perlu saya catat disini, proses merangkai SWR meter ini tidaklah kritis, demikian juga pemilihan bahannya.
Cara Kerja Rangkaian
Cara kerja rangkaian ini adalah, pertama melakukan pencuplikan (sampling) terhadap kedua gelombang berdiri araf forward dan reverse. Selain mencuplik, diode tersebut berfungsi juga sebagai penyearah (rectifier), kemudian “shunt” kapasitor menahan laju gelombang tersebut dari AC menjadi DC. Tegangan DC ini menimbulkan arus DC pada kedua titik pengukuran, yang kemudian dibandingkan keduanya ke dalam sebuah DC ampere meter.
Cara Alignment Rangkaian
1. Putar trimpot reverse adjuster ke posisi minimum, artinya tidak ada redaman terhadap arus menuju DC ampere meter reverse.
2. Atur trimpot penyeimbang jembatan pada posisi tengah.
3. Atus posisi potensiometer forward dan reverse pada posisi maksimum.
3. Pasang RF Dummy Load dengan Watt secukupnya, lebih baik watt-nya lebih besar dibanding RF output dari transmitter.
3. Pasang Transmitter dengan power secukupnya untuk membuat jarum forward mendefleksi secara penuh (5 Watt sudah cukup), dengan modulasi AM, FM atau CW.
4. Lakukan adjustment pada potensiometer forward dan reverse sampai jarum forward tepat pada skala maksimumnya.
5. Lakukan adjustment pada trimpot penyeimbang jembatan sampai jarum reverse mencapai titik minimum.
6. Lakukan adjustment pada trimpot reverse adjuster sampai jarum reverse menyentuh skala NOL.
7. Bila perlu ulangi langkah 4 s/d 6, sampai benar-benar OK. Namun hati-hati jangan terlalu lama menyalakan transmitter, dan selalu periksa apakah RF dummy load tidak over-heating.
8. Selamat, anda sudah menyelesaikan penalaan dengan sempurna. Tutup directional coupler dengan box yang telah dibuat.
Cara Menggunakan SWR Meter
1. Atus posisi potensiometer forward dan reverse pada posisi maksimum.
2. Pasang antenna anda pada jack yang disediakan.
3. Pasang Transmitter dengan power secukupnya untuk membuat jarum forward mendefleksi secara penuh (5 Watt sudah cukup), dengan modulasi AM, FM atau CW.
4. Amati defleksi pada jarum reverse. Secara kasar korelasi antara jarum forward dan reverse dengan SWR adalah sebagai berikut:

SWR Tabel
5. SWR meter ini aman digunakan untuk QSO walaupun tetap terpasang pada saluran transmisi, namun ada RF power yang hilang beberapa dB dalam rangkaian directional coupler dan loss connector, namun kita dapat terus mengamati SWR kita sambil QSO.
6. Pastikan SWR < 2, untuk keamanan pesawat anda, daya pancar yang tidak optimum, kemungkinan interferensi, dl